Lewati ke konten utama

Cara Menghitung Porsi Catering Hajatan: Rumus dan Contohnya

Oleh Waroeng Mbok Rin · Diperbarui · Bacaan 4 menit

Salah menghitung porsi bisa berakibat makanan habis sebelum semua tamu terlayani, atau sebaliknya, banyak yang terbuang. Berikut rumus sederhana yang bisa Anda pakai sebagai patokan, dengan contoh hitungan.

Rumus dasarnya

Porsi makan utama = jumlah tamu + cadangan. Gunakan cadangan sekitar 10% untuk hajatan, pernikahan, dan selamatan, karena jumlah tamu yang hadir sering berbeda dari undangan. Untuk rapat atau pelatihan dengan peserta pasti, cadangan 5% biasanya cukup.

Ini patokan umum, bukan aturan baku. Kebiasaan keluarga dan karakter acara tetap perlu dipertimbangkan.

Contoh hitungan

  • 100 tamu hajatan: 100 + 10% = 110 porsi makan utama.
  • 40 peserta pelatihan: 40 + 5% = 42 nasi box.
  • 60 tamu arisan: 60 snack box, ditambah nasi box bila acara saat jam makan.
  • Tumpeng mini untuk 5–7 orang: pakai angka tengah 6, jadi 30 tamu membutuhkan 5 paket.

Hal yang membuat hitungan meleset

  • Tamu datang membawa anggota keluarga yang tidak diundang secara resmi.
  • Panitia, penerima tamu, dan pendamping ikut makan tetapi tidak dihitung.
  • Acara berlangsung lama sehingga tamu makan dua kali, atau datang bergiliran.
  • Porsi dibagi untuk dibawa pulang (berkat).

Nasi box atau prasmanan?

Nasi box mudah dihitung karena satu orang satu box, dan tidak butuh peralatan makan. Prasmanan lebih fleksibel untuk jumlah besar, tetapi tamu bisa mengambil dengan porsi berbeda sehingga cadangan perlu lebih longgar.

Kapan sebaiknya memesan?

Untuk jumlah banyak atau acara besar, pesanlah 3 sampai 7 hari sebelumnya. Cemilan dan gorengan cukup H-1. Pesan lebih awal juga memberi ruang untuk menyesuaikan menu dan anggaran.

Hitung otomatis

Jika tidak ingin menghitung manual, gunakan kalkulator porsi catering kami: masukkan jumlah tamu dan jenis acara, lalu kirim hasilnya langsung ke WhatsApp untuk mendapat penawaran.